Tips untuk Mencegah Diabetes Mellitus

Tips untuk Mencegah Diabetes Mellitus – Menjaga kesehatan tidak hanya perlu dilakukan ketika badan mulai tidak sehat. Justru ketika tubuh masih sehat, kesehatan benar-benar harus dijaga karena bisa saja ada penyakit atau masalah kesehatan yang tidak disadari. Itu baru akan disadari ketika kondisinya mulai menjadi parah sehingga pengobatan harus dilakukan. Dalam hal ini, salah satu masalah kesehatan yang harus diwaspadai adalah diabetes mellitus. Ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang sangat serius dan bisa memicu kondisi yang sangat parah karena diabetes mellitus ini bisa memicu munculnya penyakit lainnya dalam tubuh. Sebagian orang beranggapan bahwa diabetes mellitus ini hanya terjadi pada orang dewasa saja. Kenyataannya, ini tidak lagi memandang usia dan banyak juga kasus remaja yang ternyata sudah terdeteksi diabetes melitus ini.

Diabetes mellitus adalah masalah kesehatan yang dipicu oleh resistensi insulin yang ada di dalam tubuh. Insulin merupakan salah satu hormon penting yang diproduksi oleh tubuh. Hormon ini bertanggung jawab dalam proses pengelolaan kadar glukosa yang ada di dalam darah. Selain itu, insulin berperan juga dalam penyerapan glukosa dan proses untuk merubah glukosa itu menjadi energi. Dengan terjadinya resistensi terhadap insulin di dalam tubuh, kadar gula tidak lagi mudah dikontrol serta pengelolaan glukosa untuk menjadi energi tidak lagi efektif. Karena itu, orang yang mengalami diabetes mellitus akan terdeteksi dengan tingginya kadar gula dalam darah. Situasi ini memang bisa memicu masalah kesehatan lainnya yang sangat fatal, termasuk juga penyakit terkait jantung dan otak. Karena itu, sangat penting untuk tahu pencegahan terhadap diabetes mellitus ini.

Salah satu yang terpenting adalah mengubah polah hidup serta mulai hidup sehat dengan rutin berolahraga. Rutin olahraga tidak sekedar untuk membuat tubuh menjadi sehat. Ini merupakan suatu pemahaman yang sangat umum. Dalam kaitannya dengan pencegahan diabetes mellitus, olahraga mampu membantu tubuh dalam membakar kalori agar menjadikannya sumber energi. Energi ini pun bisa tersimpan di dalam otot berupa protein. Dengan demikian, kelebihan glukosa bisa dikurangi karena adanya proses pembakaran untuk mengubah glukosa tersebut. Kadar glukosa dalam darah pun tidak lagi menumpuk. Selain itu, olahraga mampu meningkatkan produksi insulin. Dengan semakin tingginya produksi insulin di dalam tubuh, resistensi terhadap hormon ini bisa ditekan atau dicegah pada orang yang masih sehat. Sensitivitas sel terhadap insulin pun bisa meningkat dengan olahraga rutin. Dengan begitu, insulin mampu bekerja dengan semestinya dan kadar glukosa dalam darah bisa terkontrol dengan baik. Untuk olahraga tersebut, setidaknya seseorang perlu berolahraga selama 150 menit dalam satu minggu.

Hal lainnya yang bisa dilakukan adalah menjaga berat badan. Dalam banyak penelitian dan kasus terjadinya diabetes mellitus, obesitas terbukti merupakan salah satu pemicu utamanya. Obesitas tidak hanya sekedar berat badan yang berlebih dalam tubuh seseorang. Ternyata, obesitas itu menyebabkan sel dalam tubuh tidak mampu memberikan respons yang bagus terhadap hormon yang ada di dalam tubuh, dan insulin adalah salah satunya. Dengan menurunnya sensitivitas dari sel tubuh, penyerapan dan penggunaan insulin akan berkurang. Oleh karena itu, berat badan benar-benar harus dijaga. Berolahraga sebenarnya adalah salah satu caranya karena ini mampu membakar lemak dan karbohidrat berlebih yang ada di dalam tubuh. Selain dengan olahraga, asupan makanan yang tepat menjadi hal yang penting. Tidak ada salahnya juga untuk secara berkala menimbang berat badan untuk mengetahui situasi terkait berat badan.

Pola makan sehat memang menjadi hal yang sangat penting. Karbohidrat dan lemak menjadi sumber glukosa dalam darah. Ketika kadar karbohidrat dan lemak terlalu tinggi, ini akan menyebabkan tingginya juga kadar glukosa. Tak hanya itu, gula pun juga demikian. Sedangkan, bila ini tidak dibarengi dengan produksi insulin yang tepat dan proses pembakaran yang bagus, itu semua akan tertimbun di dalam tubuh sehingga kadar glukosa dalam darah akan meningkat. Karena itu, pola makan yang sehat sebaiknya memperhitungkan kadar kalori. Walau ini tidak bisa dihitung secara tepat, setidaknya ada estimasi dan sekarang ini ada banyak panduan untuk menghitungnya. Mengurangi makanan yang tinggi akan kalori dan gula pun sangat penting. Makanan instant hingga junk food perlu dihindari dan digantikan dengan makanan yang kaya akan protein, vtamin, serat, serta mineral yang diperlukan tubuh. Makan secara teratur dengan porsi yang secukupnya pun sangat penting.

Diabetes mellitus akan sangat terkait dengan kadar gula dalam darah. Munculnya diabetes mellitus ini pun bisa dideteksi dengan tingginya kadar gula di dalam darah. Oleh karena itu, ada baiknya bila perhatian lebih diberikan pada kadar gula ini. Pengecekan secara rutin akan sangat perlu dilakukan untuk memantau dan mengetahui kadar gula dalam darah. Dengan cara ini, seseorang akan bisa tahu apakah kondisi tubuhnya aman dari diabetes mellitus atau tidak. Pemeriksaan bisa dilakukan secara rutin. Misalkan saja, itu bisa dilakukan satu bulan sekali. Ditambah lagi, sekarang ini sangat mudah untuk mengecek kadar gula dalam darah dan banyak alat pengecekan tersebut yang bisa dibeli dan digunakan dengan mudah.

Hal yang tak kalah penting adalah rutin meminum air putih. Ini merupakan hal sederhana tapi banyak orang yang justru mengabaikan hal ini. Banyak orang yang bahkan lebih senang meminunm teh dan minuman lainnya dibandingkan air putih. Padahal, air putih sangat aman karena tidak mengandung pemanis apapun. air putih pun sangat efektif dalam menjamin kadar air di dalam tubuh tanpa adanya efek samping lainnya. Dengan hidrasi yang memadai, pegelolaan kadar gula dalam darah akan lebih efektif. Tak hanya itu saja, rutin meminum air putih sangatlah bagus untuk kesehatan ginjal dan organ tubuh lainnya.